Warga Tanah Merah Bergotong Royong Bangun Jembatan Swadaya Sepanjang 25 Meter

oleh -11 Dilihat
oleh

SINTANG — Rusaknya akses transportasi kembali menjadi perhatian masyarakat. Warga Desa Tanah Merah bersama masyarakat Dusun Bangau bergotong royong membangun jembatan alternatif Sungai Mengkokak secara swadaya, setelah jembatan kayu sepanjang kurang lebih 25 meter tersebut mengalami kerusakan total.

Kondisi jembatan yang tidak lagi layak digunakan dinilai cukup mengganggu mobilitas masyarakat, terutama warga yang mengandalkan akses tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Di tengah keterbatasan, masyarakat memilih turun tangan secara langsung. Sejumlah warga terlihat bahu-membahu mengerjakan pembangunan jembatan darurat tersebut.

Warga perempuan turut mengambil bagian dengan membersihkan lahan dan menebas rumput di sekitar lokasi. Sementara itu, warga laki-laki berfokus pada pekerjaan teknis, mulai dari merakit hingga mendirikan konstruksi jembatan.

Semangat gotong royong tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana masyarakat berupaya mempertahankan akses transportasi desa ketika infrastruktur yang selama ini digunakan mengalami kerusakan.

Namun, di balik kekompakan warga, terselip keprihatinan terhadap perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur dasar di wilayah tersebut.

Kepala Dusun bersama Wakil Ketua Dewan Adat Kayan Hulu dan masyarakat meminta pemerintah daerah segera melihat langsung kondisi jembatan serta memberikan perhatian dan solusi nyata.

Mereka berharap persoalan infrastruktur masyarakat tidak hanya menjadi perhatian ketika memasuki momentum politik atau menjelang pemilihan umum.

“Mohon perhatian pemerintah, jangan menunggu pemilu. Nanti warga bisa golput, tidak akan memilih lagi siapa pun nanti kalau tidak diperhatikan,” tegas Kepala Dusun di lokasi kegiatan.

Pernyataan tersebut menggambarkan kekecewaan masyarakat yang berharap pemerintah hadir bukan hanya melalui janji, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam memenuhi kebutuhan dasar warga.

Bangun Jembatan dengan Dana Swadaya

Perwakilan Wakil Ketua Dewan Adat Kayan Hulu bersama warga menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong tersebut terus dilakukan untuk mempertahankan akses transportasi masyarakat Desa Tanah Merah dan Dusun Bangau.

Terlebih, kondisi saat ini telah memasuki musim kemarau yang turut menambah kesulitan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pembangunan jembatan alternatif Sungai Mengkokak tersebut sepenuhnya dilakukan secara mandiri. Masyarakat mengerahkan tenaga, material, dan sumber daya yang tersedia untuk membangun jembatan darurat agar akses warga tetap dapat digunakan.

Pihak Wakil Ketua Dewan Adat Kayan Hulu bersama warga menegaskan bahwa dana pembangunan jembatan tersebut murni berasal dari swadaya masyarakat, tanpa bantuan maupun sponsor dari pihak mana pun.

Kondisi ini sekaligus menjadi pertanyaan bagi pemerintah daerah: sampai kapan masyarakat harus membangun sendiri infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar untuk menunjang mobilitas mereka?

Gotong royong memang merupakan kekuatan masyarakat desa. Namun, semangat tersebut seharusnya tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengabaikan tanggung jawab dalam memastikan tersedianya infrastruktur yang aman dan layak bagi masyarakat.

Warga berharap pemerintah segera turun ke lapangan, melihat langsung kondisi jembatan Sungai Mengkokak, serta mengambil langkah konkret agar akses transportasi masyarakat tidak terus bergantung pada kemampuan swadaya warga.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.