, , , , , ,

BARU DIBANGUN, DINDING GEDUNG KIA RSUD SAMBAS SUDAH RETAK: Rp25,7 Miliar Dipertaruhkan?

oleh -90 Dilihat
oleh

SAMBAS — Pembangunan Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSUD Sambas yang dimulai pada April 2025 kini menjadi sorotan. Pada bagian dinding jalur tangga menuju tingkat atas, terlihat retakan memanjang pada permukaan dinding.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan, terlebih bangunan ini dibangun dengan anggaran mencapai Rp25.748.041.130,63 atau sekitar Rp25,7 miliar.

Anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat. Proyek dilaksanakan oleh PT KSO Pubagot Mega Sejahtera, dengan konsultan pengawas PT Trias Erisko Konsultan.

Baru Dibangun, Sudah Retak

Retakan pada dinding bangunan baru tentu bukan pemandangan yang bisa begitu saja diabaikan.

Memang, secara teknis, retakan pada dinding belum dapat langsung disimpulkan sebagai kerusakan struktur. Penyebabnya harus diperiksa oleh tenaga ahli dengan melihat lebar, kedalaman, pola, lokasi, serta kondisi konstruksi di sekitarnya.

Namun pertanyaan publik tetap sah diajukan:

Mengapa bangunan yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar sudah menunjukkan keretakan?.
Apakah retakan tersebut hanya akibat pekerjaan finishing? Apakah terjadi pergerakan pada pasangan dinding? Atau terdapat faktor teknis lain yang perlu diperiksa?
Pengawasan Dipertanyakan
Sorotan juga mengarah pada aspek pengawasan pekerjaan.

Sebagai konsultan pengawas, PT Trias Erisko Konsultan memiliki peran dalam pengawasan pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan teknis dan kontrak.

Karena itu, kondisi retakan tersebut patut dijelaskan secara terbuka.

Apakah retakan sudah ditemukan saat masa pelaksanaan?, Apakah sudah dicatat dalam pemeriksaan pekerjaan?, Dan apakah kontraktor sudah diperintahkan melakukan perbaikan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting agar masyarakat tidak hanya melihat retakan secara kasatmata, tetapi juga mengetahui status teknis sebenarnya dari bangunan tersebut.

Rp25,7 Miliar Bukan Anggaran Kecil
Nilai pembangunan yang mencapai Rp25,7 miliar membuat kualitas pekerjaan menjadi perhatian serius.

Terlebih gedung tersebut diperuntukkan bagi pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di RSUD Sambas. Bangunan pelayanan kesehatan seharusnya tidak hanya tampak megah dari luar, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan keamanan konstruksi.

Jangan sampai persoalan yang terlihat kecil hari ini justru menjadi masalah lebih besar di kemudian hari.

Kalau hanya retak finishing, buktikan dengan pemeriksaan teknis. Kalau ada persoalan konstruksi, segera perbaiki.

Yang jelas, masyarakat berhak mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya bangunan yang dibangun menggunakan dana negara tersebut.

Rp25,7 miliar harus dipertanggungjawabkan bukan hanya di atas kertas, tetapi juga melalui bangunan yang kokoh, aman dan layak digunakan. Media ini membuka ruang hak jawab sesuai dengan undang – undang pers.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.