Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru MIN Sanggau Diduga Bermasalah; Mutu Beton Hingga Material Jadi Sorotan

oleh -40 Dilihat
oleh

SANGGAU, 13 Mei 2026 – Proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN)  Sanggau, Kabupaten Sanggau, kini tengah menjadi sorotan tajam. Pembangunan yang menelan anggaran miliaran rupiah dari dana APBN tersebut diduga kuat tidak memenuhi spesifikasi teknis dan terindikasi adanya praktik malapraktik konstruksi.

Proyek dengan nomor kontrak 6933/kw.14.2/KS.00.2/08/2025 yang dimulai sejak 25 Agustus 2025 ini dilaksanakan oleh pelaksana CV. Praktisi Konstruksi. Secara total, proyek ini menyerap anggaran negara dalam dua tahap, yakni sebesar Rp1.951.038.000 (Tahap 1) dan Rp1.199.888.896 (Tahap 2).
Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat beberapa poin krusial yang menjadi dasar kuat adanya dugaan ketidakberesan dalam pengerjaan proyek tersebut:
1. Kualitas Material Lantai dan Dinding: Penggunaan keramik diduga kuat menggunakan kelas 3 yang tidak sesuai standar bangunan negara. Selain itu, kondisi cat pada bangunan sudah nampak memudar dalam waktu singkat, yang mengindikasikan penggunaan material cat di bawah standar spesifikasi teknis.


2. Mutu Beton Saluran: Pekerjaan saluran air pada area sekolah menunjukkan kualitas beton yang sangat buruk dan rapuh, sehingga dikhawatirkan tidak akan bertahan lama dan merugikan keuangan negara.
3. Fasilitas Mebeler: Hingga saat ini, proyek tersebut diduga belum memenuhi pengadaan mebeler yang seharusnya menjadi satu kesatuan dalam fungsionalitas ruang kelas baru tersebut.

“Anggaran yang dikucurkan cukup besar, mencapai lebih dari 3 miliar rupiah jika ditotal dari dua tahap. Namun, melihat kualitas fisik seperti beton yang buruk dan cat yang sudah pudar, patut diduga ada upaya pengurangan kualitas material demi keuntungan pribadi atau kelompok,” ujar sumber yang memantau perkembangan proyek tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak CV. Praktisi Konstruksi maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi dan belum terhubung untuk dimintai konfirmasinya, mengenai dugaan penurunan mutu (downspek) dan keterlambatan pemenuhan fasilitas pendukung di MIN  Sanggau.

Masyarakat dan praktisi hukum setempat mendesak pihak berwenang, termasuk inspektorat dan aparat penegak hukum, untuk segera melakukan audit investigasi terhadap fisik bangunan guna mencegah potensi kerugian negara yang lebih besar akibat praktik korupsi di sektor pendidikan.

Media ini dan Lembaga Control berkomitmen akan mendalami perihal ini, dan akan menyampaikan ke publik setiap dugaan temuan, serta akan menyampaikan kepada pihak penegak hukum.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.