SURAT PERNYATAAN & KELUH KESAHAN MASYARAKAT 7 DESA JALUR SUNGAI KAYAN BAGIAN HULU

oleh -227 Dilihat

 

Sintang,kalbar//sikatnews.com-SURAT PERNYATAAN & KELUH KESAH  MASYARAKAT 7 DESA JALUR SUNGAI KAYAN BAGIAN HULU

Kepada Yth.:

Terkhusus pada Pemerintah Kabupaten Sintang, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Seluruh unsur terkait, Dewan Adat, dan Media Massa

Izinkan saya menyampaikan salam hormat, menjunjung tinggi adat istiadat, bertongkat ke kebenaran, berpegang pada aturan dan keadilan.

Saya adalah Wakil Ketua Dewan Adat Dayak Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Melalui kesempatan ini, saya mewakili seluruh warga dari 7 desa jalur Sungai Kayan Bagian Hulu, yaitu desa Empakan, desa Tanjung Lalau, desa Lintang Tambuk, desa Tanah Merah, desa Merah Arai, desa Nanga Masau, dan desa Tapang Menua.

Puluhan tahun lalu, akses jalan di wilayah kami pernah dibuka. Sudah berkali-kali dikatakan akan diperbaiki, ditingkatkan, atau digusur ulang. Namun kenyataannya sampai hari ini, jalan itu belum bisa berfungsi sama sekali. Kini jalur tersebut tertutup semak belukar, ditumbuhi pepohonan, dan kembali berubah menjadi hutan lebat.

Musim kemarau sudah memasuki pertengahan Agustus, namun belum turun hujan. Sungai Kayan menyusut dan kering, sehingga tidak bisa dilalui perahu. Sementara jalan darat tidak ada yang bisa dipakai. Seluruh jembatan sepanjang jalur dari Simpang Tonak Gonis hingga ke ujung Desa Tapang Menua sudah rusak parah, putus, dan runtuh total.

Melihat kesulitan yang semakin mendesak — terutama anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintas; dulu saat air pasang terpaksa berenang menyeberangi sungai — kami warga tidak tinggal diam.

Pada tanggal 11 bulan Agustus, warga Desa Tanah Merah bersama warga sekitar melakukan kerja gotong royong swadaya. Kami membangun jembatan sederhana sepanjang 35 meter di Sungai Kumal, tepat di perbatasan Desa Tanah Merah dan Desa Lintang Tambuk. Dibuat seadanya dengan tenaga sendiri, agar setidaknya bisa dilalui jalan kaki dan sepeda motor. Memang jalannya masih perlu dibersihkan, rencananya minggu depan warga akan menebas dan merapikan agar akses bisa tembus ke kecamatan.

Kini anak sekolah tidak perlu lagi berenang menyeberang saat air pasang — setidaknya ada jembatan sederhana hasil keringat sendiri.

Indonesia sudah berusia 81 tahun merdeka. Namun kami, warga 7 desa jalur Kayan Hulu, merasa seolah-olah belum merdeka. Kami tertinggal jauh, seolah wilayah ini belum tersentuh pembangunan jalan yang layak, berbeda dengan desa-desa lain di sekitarnya.

Oleh karena itu, kami memohon dengan sangat kepada Pemerintah Kabupaten Sintang dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat supaya segera turun meninjau lokasi secara langsung, mulai memperbaiki dan membuka kembali akses jalan agar bisa difungsikan, membangun jembatan yang kokoh dan layak menggantikan yang sudah putus, serta memberikan perhatian khusus agar kami tidak terus-menerus terisolasi

Kami sudah berusaha sekuat tenaga dengan swadaya. Namun kemampuan kami terbatas untuk pembangunan jalan dan jembatan yang layak, kami sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah.

Demikian keluh kesah ini kami sampaikan dengan hati terbuka dan jujur. Atas perhatian serta tindak lanjutnya, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

[11/8/2026]
Wakil Ketua Dewan Adat Dayak Kecamatan Kayan Hulu
(SANGAN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.