Keluhan Penanganan Anak Demam di Puskesmas Terigas Rambi Sambas, Orang Tua Pertanyakan Ketelitian Pemeriksaan

oleh -17 Dilihat
oleh

SAMBAS — Keluhan seorang ibu pasien terhadap pelayanan Puskesmas Terigas Rambi, Kabupaten Sambas, menyoroti pentingnya ketelitian dalam pemeriksaan pasien anak. Sang ibu mengaku kecewa karena anaknya yang mengalami demam panas disebut hanya diperiksa suhu tubuhnya dengan menempelkan tangan perawat yang bertugas, sebelum kemudian diberikan tiga jenis obat.

Menurut pengakuannya, obat tersebut diduga berupa paracetamol, vitamin, dan obat batuk. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jenis obat yang diberikan.

“Anak saya ketika pemeriksaan suhu tubuh hanya ditempelkan tangan perawat yang bertugas untuk mengecek suhu badan pasien anak tersebut, setelah itu langsung dikasih obat tiga jenis,” ujar ibu pasien tersebut.

Esok Hari Dibawa ke Rumah Sakit, Disebut Didiagnosis DBD

Merasa tidak puas dengan prosedur penanganan di Puskesmas Terigas Rambi, keesokan harinya sang ibu membawa anaknya yang masih mengalami demam panas ke Rumah Sakit Elizabeth Sambas sekitar pukul 08.00 WIB.

Menurut keterangan ibu pasien, anaknya kemudian mendapat pemeriksaan lebih lanjut dan disebut didiagnosis mengalami demam berdarah dengue (DBD).

Sekitar pukul 11.00 WIB, pihak Rumah Sakit Elizabeth Sambas disebut merujuk pasien ke RSUD Manggis untuk penanganan lebih lanjut. Pasien kemudian dibawa ke IGD RSUD Manggis dan sekitar pukul 14.00 WIB dipindahkan ke ruang ICU/PICU/NICU, sebagaimana disampaikan keluarga pasien.

Rangkaian kejadian tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai sejauh mana pemeriksaan awal dilakukan terhadap anak yang datang dengan keluhan demam panas.

Bukan Sekadar Soal Obat, Tetapi Ketelitian Pemeriksaan

Keluhan ini bukan semata-mata soal obat yang diberikan. Persoalan yang lebih mendasar adalah apakah pasien anak telah mendapatkan pemeriksaan dan penilaian kondisi yang memadai sebelum diputuskan untuk menjalani pengobatan.

Apakah pemeriksaan suhu tubuh dilakukan dengan alat yang sesuai? Apakah kondisi pasien dinilai secara menyeluruh? Apakah ada pemantauan terhadap tanda-tanda bahaya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut patut dijawab secara terbuka oleh pihak Puskesmas Terigas Rambi.

Namun, belum dapat disimpulkan bahwa diagnosis DBD berkaitan langsung dengan pemeriksaan awal di puskesmas. Hubungan medis tersebut memerlukan penjelasan berdasarkan rekam medis dan pemeriksaan tenaga kesehatan yang berwenang.

Orang Tua Berharap Pelayanan Diperbaiki

Ibu pasien berharap pelayanan di Puskesmas Terigas Rambi dapat diperbaiki, terutama dalam hal pemeriksaan pasien anak yang datang dengan keluhan demam panas.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya cepat, tetapi juga teliti, profesional, dan mengutamakan keselamatan pasien.

Keluhan ini seharusnya menjadi momentum bagi pihak puskesmas untuk melakukan evaluasi internal. Jika terdapat kekurangan dalam prosedur pelayanan, perbaikan perlu dilakukan. Jika pemeriksaan telah sesuai, penjelasan yang terbuka juga penting agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian.

Pelayanan kesehatan tidak cukup hanya cepat memberikan obat. Masyarakat berhak memperoleh pemeriksaan yang tepat, informasi yang jelas, dan penanganan yang mengutamakan keselamatan pasien.

Puskesmas Terigas Rambi Perlu Beri Klarifikasi

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak Puskesmas Terigas Rambi mengenai keluhan tersebut. Pihak puskesmas perlu memberikan klarifikasi terkait prosedur pemeriksaan, jenis obat yang diberikan, serta penilaian kondisi pasien saat pertama kali datang.

Konfirmasi juga perlu dilakukan kepada pihak Rumah Sakit Elizabeth Sambas dan RSUD Manggis mengenai proses pemeriksaan, diagnosis, dan rujukan pasien, dengan tetap menghormati privasi serta kerahasiaan medis.

Catatan Redaksi: Berita ini berdasarkan keterangan ibu pasien. Dugaan mengenai pemeriksaan yang kurang memadai dan jenis obat yang diberikan belum terverifikasi secara independen. Diagnosis DBD serta proses rujukan juga perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi fasilitas kesehatan. Media terbuka untuk memuat hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait sesuai dengan undang – undang pers.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.