Sikatnews.com, Bengkayang, Kalbar —Jembatan di Ruas Jalan Subah Ledo kini mulai disorot masyarakat karena diduga pengerjaan tidak sesuai spek, dikutip dari beritacompasnews.com, Proyek Rehabilitasi Jembatan Ruas Jalan Subah–Ledo di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menjadi perhatian setelah ditemukan bahwa struktur bawah jembatan tersebut masih bertumpu pada material kayu, meski proyek itu dibiayai APBD Provinsi Kalbar Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak hampir Rp2 miliar.
Penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa jembatan dengan bentang relatif pendek tersebut masih menggunakan kayu belian sebagai struktur penyangga bawah, sementara pekerjaan beton dan timbunan agregat telah dilakukan pada bagian atas.
Seorang tukang senior berpengalaman di bidang konstruksi jembatan menilai penggunaan kayu belian sebagai elemen utama penopang jembatan tidak sebanding dengan besarnya anggaran proyek.
Pandangan tersebut disampaikan dalam konteks risiko teknis dan umur layanan jembatan, terutama mengingat lokasi jembatan berada di aliran sungai dengan debit air yang tinggi.
Temuan lapangan tersebut dengan ketentuan dalam Spesifikasi Umum Bina Marga dan Peraturan Menteri PUPR yang mengatur kewajiban pelaksanaan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan gambar rencana. Media tersebut menilai, jika struktur lama tetap digunakan tanpa kajian teknis yang memadai, maka diperlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait sebagaimana dilaporkan beritacompasnews.com. Media ini membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada seluruh pihak terkait sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, demi menjunjung asas keberimbangan dan profesionalisme jurnalistik. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun PPK proyek.








