Pengerjaan Jalan Padat Karya oleh CV. Matnor Konstruksi diduga Tidak Sesuai Mutu

oleh -39 Dilihat
oleh

Bengkayang-Proyek konstruksi Jalan Padat Karya di Desa Sinar Tebudak,Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang,Provinsi Kalimantan Barat terindikasi ada pengurangan mutu.

Pantauan lokasi, sudut kemiringan jalan tidak merata, bergelombang, aspal di beberapa titik tidak menyatu, saluran kiri kanan tidak ditemukan.

Jalan miliaran Besutan Dinas PUPR Bengkayang yang dikerjakan oleh CV.MATNOR KONSTRUKSI yang diawasi oleh PT.GAPPA EAVES NUSANTARA diduga kuat tidak maksimal dalam pelaksanaan sesuai spesifikasi.

Dugaan Pengurangan Mutu dan Manipulasi Job Mix Formula, kondisi jalan yang bergelombang tersebut mengindikasikan adanya penurunan mutu campuran aspal.

Diduga kuat terjadi ketidaksesuaian komposisi pada Job Mix Formula (JMF), terutama terkait dengan penakaran filler (bahan pengisi) serta kadar aspal yang tidak memenuhi standar teknis operasional.

Selain permasalahan konstruksi fisik, proses produksi material aspal pada Asphalt Mixing Plant (AMP) juga menuai dugaan pelanggaran serius.

Poin Temuan Utama Pekerjaan:
Prosedur Levelling Diduga tanpa proses cutting, menyebabkan hasil pengaspalan bergelombang.
Komposisi Material: Indikasi pengurangan kadar aspal dan filler dari standar JMF.

Bahan Bakar Burner: Diduga mengganti solar (HSD) dengan Marine Fuel Oil (MFO) tanpa persetujuan adendum.
Dampak Fisik: Aspal lambat mengeras/kaku dan berpotensi mengalami penurunan daya tahan (durability) secara drastis.

Indikasi Pelanggaran Bahan Bakar dan Potensi Selisih Harga Dalam dokumen penawaran dan spesifikasi teknis, proses pembakaran material aspal disyaratkan menggunakan bahan bakar Solar (High Speed Diesel). Namun, pada realisasinya di lapangan, proses pembakaran diduga menggunakan bahan bakar Marine Fuel Oil (MFO).

Penggunaan MFO ini berdampak langsung pada karakteristik fisik aspal yang dihasilkan, di mana aspal menjadi lambat kaku/mengeras dibandingkan jika menggunakan solar. Dari sisi keekonomian, terdapat selisih harga yang sangat signifikan antara solar dan MFO.

Praktik ini memunculkan dugaan adanya upaya efisiensi sepihak yang berpotensi merugikan keuangan negara serta menurunkan kualitas bangunan infrastruktur publik.

Hingga berita ini diterbitkan media tidak dapat terhubung ke perusahaan pelaksana, dinas PUPR Bengkayang untuk dimintai konfirmasi.

Redaksi membuka ruang hak klarifikasi dan hak jawab kepada semua pihak terkait sesuai undang-undang pers yang berlaku.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.