SUBSIDI Rp10.000, REALITA Rp18.000 Kelangkaan BBM dan Mahalnya Eceran Mencekik Warga Sintang

oleh -13 Dilihat
oleh

| Sintang, Kalimantan Barat | 13 September 2026_

“BBM Subsidi” harga Rp10.000 per liter. Tapi realita di lapangan, warga Sintang khususnya wilayah Tebelian – Nangapinoh terpaksa membeli dengan harga Rp18.000 per liter di pengecer.

Ironisnya, pengecer tersebut justru berada sangat dekat dengan SPBU. Saat warga datang ke SPBU, jawabannya selalu sama: “Minyak susah, kosong”. Namun selang beberapa menit, botol-botol eceran di warung depan SPBU justru penuh.

“Kami mau tak mau beli. Kalau nunggu SPBU, kerjaan terbengkalai. Tapi beli di eceran mahal, itupun takarannya belum tentu pas 1 liter,” ujar salah satu warga.

Kondisi ini sudah berlangsung lama dan menimbulkan tanda tanya besar. Di mana letak “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” jika subsidi yang digelontorkan negara justru tidak sampai ke tangan yang berhak?

Warga menduga ada praktik penimbunan dan penjualan kembali BBM subsidi oleh oknum. Akibatnya, stok di SPBU cepat habis, antrian panjang, dan harga eceran melambung.

Masyarakat berharap Pertamina, BPH Migas, dan Disperindag Kabupaten Sintang segera melakukan sidak dan pengawasan ketat. Jangan sampai subsidi rakyat hanya jadi “judul” tanpa bukti di lapangan.

Di rilis oleh :Hamki.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.